Bagi sebagian orang, meja berbahan kayu sering dianggap memiliki tampilan yang natural dan elegan. Namun, ketika berbicara tentang meja laboratorium, penggunaan material kayu justru bisa menimbulkan banyak risiko. Laboratorium merupakan area yang berisiko tinggi terhadap panas, cairan kimia, serta kelembapan — kondisi yang tidak cocok bagi bahan kayu.
Di banyak sekolah dan kampus, masih ada yang menggunakan meja laboratorium sekolah berbahan kayu karena alasan biaya awal yang murah atau karena sudah menjadi warisan lama. Padahal, penggunaan meja jenis ini bisa berdampak negatif terhadap keamanan pengguna maupun keawetan peralatan laboratorium itu sendiri.
Agar tidak salah langkah, mari kita bahas secara lengkap apa saja bahaya dari meja laboratorium kayu, serta rekomendasi material terbaik untuk menggantikannya.
Bila dibandingkan dengan meja laboratorium kimia modern yang menggunakan material tahan panas dan bahan kimia, meja kayu memiliki banyak kekurangan. Material kayu memang kuat untuk penggunaan umum, tetapi tidak cocok untuk lingkungan laboratorium yang membutuhkan ketahanan khusus terhadap zat kimia, suhu, dan kelembapan tinggi.
Berikut ini beberapa potensi bahaya dan dampak yang sering terjadi jika masih menggunakan meja laboratorium berbahan kayu.
Kayu adalah material yang sangat mudah terbakar, bahkan ketika sudah dilapisi cat atau vernis pelindung. Dalam lingkungan laboratorium, risiko terjadinya kontak dengan api, alkohol, atau reaksi panas sangat tinggi.
Bayangkan jika saat praktikum kimia di sekolah, cairan mudah terbakar seperti etanol atau spiritus tidak sengaja tumpah ke permukaan meja kayu. Dalam hitungan detik, percikan api kecil bisa menyebabkan kebakaran yang membahayakan seluruh ruangan.
Berbeda dengan meja laboratorium kimia modern yang menggunakan bahan seperti phenolic resin atau PVC solid, material tersebut memiliki sifat non-combustible (tidak mudah terbakar). Karena itu, penggunaan kayu untuk meja lab bukan hanya berisiko merusak alat, tapi juga mengancam keselamatan siswa dan guru.
Salah satu alasan utama mengapa kayu tidak cocok digunakan sebagai meja laboratorium sekolah adalah karena permukaannya tidak tahan terhadap bahan kimia. Zat asam, basa, maupun pelarut organik bisa dengan mudah meresap ke dalam pori-pori kayu dan merusak struktur di dalamnya.
Jika cairan seperti asam klorida (HCl) atau natrium hidroksida (NaOH) tumpah di atas meja kayu, permukaannya bisa cepat berubah warna, menggelembung, bahkan mengeluarkan bau tidak sedap akibat reaksi kimia. Selain merusak tampilan, kondisi ini juga berbahaya bagi pengguna karena bisa menimbulkan luka bakar ringan atau iritasi kulit.
Sementara itu, meja laboratorium kimia modern yang menggunakan phenolic resin atau PVC memiliki lapisan yang tahan terhadap bahan kimia agresif. Cairan asam maupun basa bisa dibersihkan dengan mudah tanpa meninggalkan bekas atau merusak permukaannya.
Salah satu musuh utama material kayu adalah rayap. Di lingkungan yang lembap seperti laboratorium, rayap bisa berkembang dengan cepat dan menggerogoti struktur meja dari dalam.
Masalah ini sering tidak terlihat pada awalnya, tetapi seiring waktu, kekuatan meja laboratorium berbahan kayu akan berkurang drastis. Permukaan bisa melengkung, sambungan longgar, bahkan bagian bawah meja bisa hancur tanpa disadari.
Rayap juga sering meninggalkan serbuk halus yang bisa mencemari alat laboratorium dan bahan kimia yang sedang digunakan. Ini tentu akan mengganggu kebersihan serta keakuratan hasil percobaan.
Dengan menggunakan meja laboratorium sekolah berbahan PVC solid, kamu bisa menghindari risiko ini karena PVC bersifat anti rayap dan anti korosi, bahkan dalam ruangan lembap sekalipun.
Selain rayap, kelembapan juga menjadi penyebab utama kerusakan meja kayu. Laboratorium adalah tempat yang sering terpapar air, uap, atau cairan lainnya. Ketika kayu terus-menerus terpapar kondisi lembap, ia akan menyerap air dan perlahan mengalami pelapukan.
Meja yang lapuk tidak hanya merusak estetika ruangan, tetapi juga bisa membahayakan karena permukaannya tidak stabil lagi untuk menahan alat berat seperti mikroskop, timbangan analitik, atau centrifuge.
Sementara meja laboratorium dengan bahan PVC solid atau phenolic resin tidak menyerap air sama sekali. Material ini tetap kuat dan stabil meskipun terkena air, bahkan setelah bertahun-tahun penggunaan.
Permukaan kayu memiliki pori-pori alami yang mudah menyerap cairan. Akibatnya, ketika terjadi tumpahan bahan kimia atau cairan lain, noda akan cepat terserap dan sulit dihilangkan.
Selain meninggalkan bekas permanen, cairan yang terserap ini bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Untuk laboratorium, kondisi ini jelas tidak higienis dan bisa mengganggu hasil penelitian atau praktikum.
Sebaliknya, meja laboratorium kimia yang menggunakan phenolic resin atau PVC memiliki permukaan halus, padat, dan non-porous, sehingga sangat mudah dibersihkan. Cairan yang tumpah cukup dilap dengan kain lembap, tanpa khawatir noda menempel atau bahan meresap ke dalam.
Jika kamu sedang berencana mengganti meja laboratorium sekolah lama yang masih berbahan kayu, ada dua material utama yang direkomendasikan: phenolic resin dan PVC solid premium. Keduanya terbukti tahan bahan kimia, air, panas, serta memiliki umur pakai yang jauh lebih lama dibandingkan kayu.
Phenolic resin adalah material papan keras yang dibuat melalui proses tekanan tinggi dengan resin sintetis dan serat kertas kraft. Hasilnya adalah permukaan kuat, padat, dan tahan hampir terhadap semua zat kimia.
Keunggulan phenolic resin untuk meja laboratorium:
Material ini sering digunakan untuk meja laboratorium kimia profesional di pabrik, universitas, hingga fasilitas riset. Dengan phenolic resin, laboratorium sekolah bisa memiliki standar keamanan dan daya tahan setara dengan laboratorium industri.
Sementara itu, PVC solid merupakan material sintetis dari polyvinyl chloride yang padat dan kuat. Material ini sangat populer karena tahan lembap, ringan, dan bebas rayap.
Keunggulan PVC solid untuk meja laboratorium sekolah:
Kombinasi antara top table phenolic resin dan struktur PVC solid memberikan hasil terbaik — kuat, tahan lama, dan aman digunakan untuk berbagai kegiatan praktikum.
Menggunakan meja laboratorium kayu mungkin terlihat sederhana di awal, tapi risiko yang ditimbulkan bisa sangat besar. Mulai dari potensi kebakaran, kerusakan akibat bahan kimia, serangan rayap, hingga masalah kebersihan dan keamanan pengguna.
Sebagai gantinya, material seperti phenolic resin dan PVC solid menawarkan solusi yang jauh lebih aman, tahan lama, dan mudah dirawat.
Baik untuk meja laboratorium sekolah maupun meja laboratorium kimia, kedua bahan ini sudah terbukti efektif menjaga keamanan, kenyamanan, dan efisiensi kerja di lingkungan laboratorium modern.
Jika kamu ingin mengganti meja lab lama dengan material baru yang lebih aman, pertimbangkan untuk menggunakan produk meja laboratorium Batubeling, produsen yang telah berpengalaman menyediakan furniture lab berbahan premium untuk berbagai instansi di Indonesia.