Syarat Furniture Laboratorium yang Baik

Laboratorium adalah tempat penting untuk kegiatan penelitian, eksperimen, dan pembelajaran sains. Baik di sekolah, kampus, maupun lembaga riset, laboratorium yang baik harus memenuhi standar tertentu agar kegiatan di dalamnya aman, efisien, dan menghasilkan data yang akurat.

Sebuah laboratorium yang ideal tidak hanya bergantung pada kelengkapan peralatan laboratorium, tetapi juga pada penataan ruangan, sistem ventilasi, pencahayaan, serta keamanan fasilitasnya. Salah satu unsur penting yang sering diabaikan adalah keberadaan meja laboratorium yang sesuai standar, karena meja inilah yang menjadi pusat aktivitas eksperimen dan persiapan bahan uji.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja syarat laboratorium yang baik, jenis peralatan yang mendukung kegiatan di dalamnya, serta standar peralatan laboratorium — mulai dari ukuran hingga material yang aman digunakan.

meja laboratorium
meja laboratorium
Pemasangan Meja Lab di Unair
meja laboratorium

Jenis Peralatan yang Mendukung Furniture Laboratorium

Untuk dapat berfungsi dengan baik, sebuah laboratorium harus dilengkapi dengan berbagai jenis peralatan laboratorium sesuai bidangnya. Setiap alat memiliki fungsi spesifik yang menunjang kegiatan praktikum atau penelitian. Secara umum, peralatan laboratorium dibagi menjadi beberapa kategori utama :

1. Peralatan Utama (Primary Equipment)

Peralatan utama adalah alat yang digunakan secara langsung dalam eksperimen, seperti mikroskop, timbangan analitik, tabung reaksi, buret, pipet, dan gelas ukur. Peralatan ini menjadi inti dari setiap kegiatan laboratorium.

2. Peralatan Pendukung (Supporting Equipment)

Termasuk dalam kategori ini adalah alat-alat seperti meja laboratorium, wastafel, rak penyimpanan, exhaust fan, serta kabinet bahan kimia. Meskipun bukan alat eksperimen langsung, namun tanpa adanya peralatan pendukung ini, kegiatan laboratorium tidak akan berjalan dengan lancar dan aman.

3. Peralatan Keselamatan (Safety Equipment)

Setiap laboratorium wajib dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti jas lab, sarung tangan, masker, serta alat pemadam api ringan (APAR). Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan saat bekerja dengan bahan berbahaya.

4. Peralatan Penyimpanan dan Pembersihan

Lemari bahan kimia, lemari asam, dan tempat pembuangan limbah merupakan bagian penting dari sistem laboratorium yang aman. Selain itu, keberadaan meja laboratorium kimia dengan permukaan tahan bahan kimia juga sangat diperlukan agar aktivitas eksperimen tidak merusak fasilitas ruangan.

Kelengkapan peralatan tersebut akan membantu menciptakan laboratorium yang efisien, aman, dan sesuai standar keselamatan kerja.

Standar Furniture Laboratorium yang Baik

Tidak semua peralatan laboratorium dianggap layak digunakan. Agar kegiatan eksperimen dapat berjalan dengan baik, seluruh perlengkapan harus memenuhi standar tertentu — baik dari segi ukuran, keamanan, maupun material penyusunnya.

Berikut beberapa poin penting yang menjadi acuan dalam menentukan standar peralatan laboratorium yang baik.

1. Ukuran Sesuai

Ukuran peralatan dan furnitur laboratorium, seperti meja laboratorium, harus disesuaikan dengan luas ruangan serta jumlah pengguna. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Beberapa panduan umum yang perlu diperhatikan:

  • Tinggi meja laboratorium: idealnya antara 80–85 cm agar sesuai dengan postur tubuh rata-rata pengguna, baik saat berdiri maupun duduk di kursi tinggi.
  • Panjang meja laboratorium: berkisar antara 240–300 cm untuk aktivitas kelompok kecil hingga menengah.
  • Lebar meja laboratorium: sekitar 75–120 cm agar ruang kerja cukup luas tanpa mengganggu sirkulasi ruangan.

Ukuran yang tepat tidak hanya membuat aktivitas eksperimen lebih efisien, tetapi juga menghindarkan pengguna dari risiko kecelakaan kecil seperti tumpahan bahan kimia atau benturan alat.

Selain meja, rak penyimpanan, wastafel, dan kabinet juga harus dirancang proporsional agar pengguna mudah menjangkau alat tanpa harus membungkuk atau menjinjit. Laboratorium yang ergonomis akan membuat penggunanya bekerja lebih fokus dan produktif.

2. Material Aman

Selain ukuran, hal yang tak kalah penting dalam standar laboratorium adalah material peralatan laboratorium. Bahan yang digunakan harus aman, kuat, dan tahan terhadap kondisi ekstrem seperti suhu tinggi, kelembapan, dan bahan kimia korosif.

Material yang digunakan untuk meja laboratorium dan perabot lainnya harus memenuhi kriteria berikut:

  • Tahan bahan kimia dan pelarut organik.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Mudah dibersihkan dan tidak berpori.
  • Tahan terhadap air dan kelembapan.

Dua material yang paling direkomendasikan dan banyak digunakan untuk kebutuhan laboratorium modern adalah phenolic resin dan PVC solid premium. Keduanya memiliki karakteristik unggul dalam hal ketahanan dan keamanan.

Phenolic Resin

Phenolic resin adalah material papan keras yang dibuat melalui proses tekanan tinggi menggunakan resin sintetis dan lapisan kertas kraft. Hasilnya adalah permukaan yang kuat, padat, dan tahan hampir terhadap semua jenis bahan kimia.

Beberapa keunggulan phenolic resin untuk meja laboratorium kimia maupun meja laboratorium sekolah antara lain:

  1. Tahan terhadap asam, basa, dan pelarut.
    Cairan kimia seperti HCl, NaOH, atau alkohol tidak akan merusak permukaan meja.
  2. Tidak mudah terbakar.
    Material ini termasuk kategori non-combustible, sehingga aman untuk eksperimen yang melibatkan panas.
  3. Permukaan halus dan non-porous.
    Tidak menyerap cairan, mudah dibersihkan, dan tidak meninggalkan noda.
  4. Tahan gores dan memiliki daya tekan tinggi.
    Cocok digunakan di laboratorium yang memakai alat berat atau benda tajam.

Berkat keunggulan tersebut, phenolic resin banyak digunakan di laboratorium pendidikan, farmasi, dan riset industri. Material ini juga memberikan kesan profesional dan modern pada ruangan.

PVC Solid Premium

Selain phenolic resin, PVC solid premium juga menjadi material yang populer untuk pembuatan meja laboratorium sekolah. Bahan ini terbuat dari polyvinyl chloride padat yang memiliki sifat ringan, kuat, dan tahan terhadap kelembapan.

Keunggulan PVC solid meliputi:

  1. Anti air dan anti rayap.
    Tidak menyerap air dan tidak bisa dirusak serangga seperti kayu.
  2. Tidak korosif.
    Aman digunakan di lingkungan lembap atau dekat sumber air.
  3. Tahan bahan kimia ringan.
    Ideal untuk kegiatan praktikum siswa yang menggunakan cairan kimia dasar.
  4. Lebih ekonomis.
    Dibanding phenolic resin, PVC solid memiliki harga lebih terjangkau tanpa mengurangi fungsionalitasnya.

Selain untuk meja, PVC juga sering digunakan sebagai bahan kabinet laboratorium, lemari bahan kimia, dan rak penyimpanan alat karena sifatnya yang tahan lama dan mudah dibersihkan.

Laboratorium yang baik bukan hanya lengkap peralatannya, tetapi juga memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi kerja. Mulai dari penataan ruang, sistem ventilasi, hingga pemilihan meja laboratorium, semuanya memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang ideal.

Dalam memilih peralatan laboratorium, pastikan ukurannya sesuai dengan ruang dan aktivitas yang dilakukan. Gunakan material yang aman seperti phenolic resin untuk ketahanan terhadap bahan kimia keras, atau PVC solid premium untuk solusi ekonomis yang tahan air dan lembap.

Dengan memenuhi standar tersebut, laboratorium akan menjadi tempat yang aman, produktif, dan mendukung kegiatan penelitian maupun pembelajaran sains dengan maksimal.